Penghinaan Terhadap Islam dan Cara Menghadapinya
Musuh-musuh islam yang mayoritas dipimpin oleh orang barat (yang notabenenya Yahudi dan Nashrani) selalu dan selalu tidak ada hentinya untuk menjelek-jelekkan islam. Maka benarlah apa kata al-quran” Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridha sehingga kamu mengikuti agama mereka”. Banyak buku-buku yang mereka cetak untuk menyerang islam baik dengan secara tersurat atau dengan cara tersirat, ada juga yang menyerang dengan pemikiran, mungkin yang sangat banyak kita temukan dizaman sekarang adalah perang pemikiran itu tadi, selain bisa menimbulkan peperangan antara umat islam sendiri juga bisa melemahkan jantung pertahan sebagian orang islam yang belum begitu kuat benteng pertahanan imannnya, misalnya, isu leberalisme, femenimisme, Puretisme, radikal, moderat, pluralisme, demokrasi, HAM dan terorisme. Serangan ini bukan berbentuk serangan material, secara fisik, adu jotos, melainkan dengan pemikiran tadi yang bermacam-macam, umat islam akan saling menyalahkan, merasa golongan, kelompok dan etnisnya yang pailng benar, tidak mau mengalah, mementingkan sifat ego masing-masing. Jikalau seperti ini, yang akan terjadi adalah umat islam akan berperang sesamanya. Begitu juga dengan peran aktiv infotaiment yang tidak pernah merasa bosan untuk selalu mengakses dan memutarbalikkan fakta tetang agama islam, sehingga penduduk penjuru dunia selalu menganggap agama islam adalah agama yang bisa membahayakan kedamaian dunia, begitu juga media cetak, makalah-makalah, opini dll, yang semuanya banyak kita temukan pada saat ini, dimana isinya selalu menjelek-jelekkan islam, ini semua karena media massa dan elektronik sudah dikuasai oleh musuh-musuh islam. Kiat bisa melihat bagaimana kejadian di Iraq, Palestina, Afganistan, Somalia, Sudan, Lebanon, Mesir dan Indonesia, yang paling parah sekarang adalah abgaimana umat islam di buat saling tuduh, saling mengklaim kalau golongan yang lebih benar bahkan saling membunuh, Syi’ah dan Sunni di Iraq tiap harinya seakan tidak akan pernah merasakan kedamaian hidup. Ini semua tidak terlepas dari campur tangan asing, beigutu juga di Lebanon, Hizbullah dan Sunni, di Palestina antara Hamas dan Fatah, di Afganistan antar Kabul dan Mujahidin semuanya saling membunuh satu sama lainnya, padahal musuh nyata mereka, ada di depan mata mereka, akan tetapi mereka telah terkelabui oleh informasi yang bohong dan percaya begitu saja, ini juga disebabkan karena musuh mereka sudah punya media dan orang dalam di negeri tersebut. Pembagian kelompok, wilayah dan etnis ini, pertmanya di buat oleh surat kabar Amerika dan barat ( Yahudi dan Nasrani). Yahudi dan Nasrani akan kompak dan bersatu jika untuk memusushi muslimin. Sedangkan para konglomerat islam malah lebih senang berbisnis dengan mereka, tanpa memperhatikan bahayanya terhadap agama islam atau bahkan dari para konglomerat tadi tidak ingin tahu akan hal itu yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Jadi pantaslah ketika orang-orang barat yang tidak tahu menahu tentang islam mereka menganggap agama islam adalah agama yang mencetak teroris (Dinul Irhab) agama yang idemtik dengan pedang dan kekerasan karena sebagian besar mereka telah membaca berita atau buku yang selalu menjelekkan islam. Mereka tidak tahu bagaimana damainya agama islam, bagaimana indahnya agama islam dan bagaimana harmonisnya hidup bertetangga dengan orang islam. Jikalau orang barat mau jujur sama sejarah kemajuan dan perkembangan islam maka mereka tidak akan menganggap agama islam agama teroris dan menyebarkan penghancuran. Coba kita lihat dan perhatikan sejarah masuknya islam ke Indonesia, apakah benar agama islam identik dengan teroris atau kekerasan dan pedang? Tentu tidak, jauh dari pandangan orang barat, bukankah orang barat yang selalu memaksakan agamanya untuk diyakini oleh bangsa jajahannya, misalnya Indonesia oleh Belanda, Mesir dan bagian Afrika dijajah oleh Perancis dabn Itali yang menjajah Libya, semau bangsa barat ini menyebarkan agama mereka dengan menumpahkan darah dimana-mana. Sebenarnya agama yang mereka bawa inilah yang pantas disebut dengan agama teroris dan penghancur perdamaian. Bagaimana ketika Belanda menjajah indonesia s? Begitu juga dengan Perancis ketika menjajah Afrika apakah dengan Damai? Padahal mereka juga menyebarkan agama mereka, sebenarnya agama merekalah yang agama teroris bukan islam. Begitu juga dengan islamophobia (anti sama islam) sehingga orang islam yang hidup di barat (Amerika dan Eropa) dibenci, di hina dan dikucilkan dari pergaulan social( intraksi social), yang tak lain tujuannya adalah supaya orang islam tidak mempunyai teman dan agama islam khususnya tidak menyebar, karena mereka ketakutan jikalau islam tambah banyak, maka dunia dianggapnya tidak akan damai, padahal islam dtang sebagai agama yang rahmatan lil’alamin.
Musuh-musuh islam tidak berhenti disitu saja untuk menjelek-jelekkan islam, yang paling membuat umat islam marah adalah ketika sebuah karikatur Nabi Muhammad Saw yang digambarkan seorang pemimpin yang suka berperang dan suka perempuan, pelukisan karikatur ini diperlombakan di Denmark. Tentu saja perlombaan yang diadakan oleh media massa di Denmark ini membuat marah semua umat islam sedunia dan mengutuknya Begitulah cara mereka menghormati Insvirator dan motivator umat islam, tanpa menghormati sedikitpun tapi malh menghina. Tentu tujuan utamanya adalah untuk menghina islam dan menghancurkannya, seperti kita ketahui bersama bahwa menggambar atau melukis Nabi Muhammad saw haram hukumnya tetapi dalam lomba ini bukan hanya menggambar saja akan tetapi juga menjelek-jelekkannya dengan menggambarnya membawa pedang , Na’udz billah.
Sama halnya dengan film penghinaan yang dibuat oleh salah satu anggota parlemen Belanda, Wilders, dia menafsiri ayat al-quran(mengambil ayat sepotong-sepotong) dengan berpendapat bahwa al-quran memerintahkan untuk melawan dan membunuh selain umat islam seenaknya saja, boleh mengambil harta orang lain selain umat islam dengan bebas dan menggambarkan orang islam sebagai agama yang arogan dan suka dengan kekerasan dan pembunuhan(teroris/irhab).
Jikalau kita merasa sakit dengan penghinaan yang terus menerus dilakukan oleh musuh islam dengan cara yang sangat keji, pembunuh, teroris dan haus darah, Jikalau islamophobia semakin meraja lela, marak dan terus menerus hingga puncak orgasme mereka membuat karikatur Nabi Muhammad Saw membawa pedang dan bersanding dengan perempuan, jikalau kita berkaca pada kejadian-kejadian yang selalu memojokkan islam Apakah kira-kira obatnya atau cara melawan mereka?
-Cara mudah melawan musuh-musuh kita bukan dengan membalas menjelek-jelekkan Agama dan Nabi mereka, karena pada dasarnya agama mereka dan nabi mereka sama dengan agama dan nabi kita, agama samawi, yang kita semua meyakini bahwa agama, rasul dan nabi mereka juga bersumber dari Allah Swt namun seperti yang telah dijelaskan dalam al-quran, bukan agama, rasul dan nabi yang merubah tapi pemeluknya sudah ikut campur tangan dalam merubah kalam Ilahi yang suci yang datang dari Maha Suci yang ada didalam kitab mereka. karena sudah banyak yang dirubah, distorsi, diganti dan diteledorkan begitu saja sehingga didalam al-quran agama selain agama islam tidak di ridhoi oleh Allah Swt, sebagaimana Firmannya:” Barang sia yang mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidak akan diterima(agama itu)darinya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang merugi”(Qs:Ali Imran:85). Al-qurang melarang kita membenci Nabi dan Rasul yang telah di utus Oleh Allah Swt, sebagaiman firmannya” Rasul telah beriman kepada al-quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-nya, demikain pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriamn kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kiat-Nya, Dan Rasul-rasul-Nya(mereka mengatakan),” Kami tidak membedakan antara seorangpun(dengan yang lain_ dari rsaul-Nya,” Kami Dengar dan kami ta’at.” (mereka berdo’a),”Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkau-lah tempat kembali”Qs:al-baqarah:285″. Diperjelas lagi bahwa kita dilarang menghina apa yang mereka sembah selain Allah Swt, Sebagai manadijelaskan didalam al-quran:” Dan janganlah kamu menghina dan memaki sembah-sembahan yang mereka sembah selain Allah Swt, karena mereka nanti akan memaki Allah Swt dengan melampuai batas tanpa pengetahuan. Demiakianlah kami jadikan setiap uamt menganggap baik pekerjaan mereka, kemudian kepada Tuhan merekalah meraka kembali, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”(Qs:108:al-an’am).
-. Bukan juga dengan mengasingkan diri atau frustasi dengan apa yang di perbuat oleh musuh-musuh kita, bukan juga dengan menutup pintu rapat-rapat dan kontak dengan mereka, acuh tak acuh dengan mereka juga bukan sikap seorang muslim sejati, jikalau kita berbuat demikian berarti kita telah kalah total sama mereka, karena dengan frustasi, mengisolasi diri dan enggan berkomonikasi dengan mereka juga menunjukkan bahwa agama islam tidak toleran sama agama lain dalam pandangan mereka sehingga ini bisa menjadi alat bagi meraka untuk menambah pembendaharaan dalam menjelekkan islam,
-Bukan juga dengan membunuh mereka, (kecuali di tempat-tempat yang memang wajib untuk berperang dengan mereka, mislanya idi Iraq, Afganistan, Palestina Sudan dll, karena di tempat ini umat islam di serang dan wajib menahan serangan itu dengan berperang dengan musuh-2 islam) atau meneror dan menjauhi mereka
Tapi cara melawan mereka dengan tetap mengokohkan, menyucikan dan meletakkan niat yang tulus dalam perjuangan melawan mereka dengan tetap menjaga integritas bersama dan mengerahkan segala daya dan upaya untuk memperjelas bahwa islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin, agama yang cinta damai dan menghormati pada agama lain serta datang bukan dengan pedang atau kekerangan, bukan dengan teror, bukan juga agama yang eror dan juga bukan memakai hukum rimba( al-ishlah lil aqwiyak) tapi sebagai pemecah dari kebuntuan yang sudah lama dijadikan pijakan oleh mereka yang memakai hukum rimba, kapitalis, liberalis yang tidak islamis dan jauh dari sifat demokratis ( demokrasi versi Indonesia) kurang dinamis dan tidak etis. Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa orang islam bisa hidup berdampingan dengan siapa saja, agama apa saja, etnis dari manapun, karena islam tidak memandang dari segi materi karena pada dasarnya semua umat manusia tercipta dari satu bapak Adam dan ibu Hawa As. Begitu juga bahwa manusia tidak mungkin hidup individual, satu sama lain pasti saling membutuhkan maka marilah kita tunjukkan kepada mereka bahwa islam adalah agama yang suka tolong menolong dengan siapa saja selama itu bukan untuk kejelekan atau permusuhan, sebagaimana di jelaskan didalam al-quran: ” Dan bertolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu bertolong menolong atas dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.
Allahu A’lam
Penghinaan Terhadap Islam dan Cara Menghadapinya
Juli 1, 2009 oleh Moentero De Ahmad